Anggota Badan Hisab dan Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa pada 17 Februari 2026, posisi hilal di Jakarta masih negatif. Matahari terbenam pada pukul 18.15 WIB, sementara umur bulan sabit baru 50 detik, yang berarti hilal belum lahir secara astronomis.
“Ijtimak atau konjungsi terjadi pada 17 Februari pukul 19.01 WIB, dengan umur hilal 0 jam. Tinggi hilal di Indonesia berkisar antara -2,41 derajat hingga -0,93 derajat,” jelas Cecep dalam seminar penentuan awal Ramadan 1447 H.
Cecep menambahkan, metode penentuan awal bulan Hijriah dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan langsung). Dalam sidang isbat kali ini, kedua metode tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.














Komentar