Kasus ini mencuat setelah Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menemukan bahwa PT. Karya Wijaya beroperasi tanpa izin yang sah di kawasan hutan lindung Pulau Gebe. Ironisnya, Kepala Dinas Kehutanan Maluku Utara sempat menyatakan bahwa perusahaan tersebut legal, namun pernyataan itu terbukti tidak benar setelah dilakukan investigasi lebih lanjut.
Skandal ini pun mengguncang panggung politik Maluku Utara. Nama Sherly Tjoanda yang sebelumnya digadang-gadang sebagai calon kuat Gubernur 2029 kini berada di ujung tanduk. Sementara itu, nama-nama baru seperti Wali Kota Ternate, H.M. Tauhid Soleman dan Dr.Muhamnad Kasuba mulai mencuat sebagai alternatif pemimpin baru yang dinilai lebih bersih dan berintegritas.
“Rakyat Maluku Utara butuh pemimpin yang berpihak pada kepentingan publik, bukan yang bermain di belakang layar untuk memperkaya diri,” tutup Muslim Arbi.













Komentar