Di semester tiga, Felix mulai bersinggungan dengan pemikiran Islam melalui diskusi-diskusi di kampus. Baginya, Islam saat itu bukan sekadar agama ritual, melainkan sistem berpikir yang logis. Ketertarikannya pada sejarah dan struktur hukum Islam membawanya untuk mengucapkan kalimat Syahadat di masa kuliahnya.
Akademisi yang Gemilang di Tengah Dakwah
Meski fokus mendalami agama, Felix membuktikan bahwa hijrah tidak membuatnya lalai dalam urusan dunia. Ia menyelesaikan studinya di Program Studi Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB pada tahun 2006 dengan catatan akademis yang impresif, yakni IPK 3,42.
Kecerdasannya dalam menyusun strategi inilah yang kemudian ia bawa ke dunia dakwah. Ia mampu menerjemahkan konsep-konsep agama yang berat menjadi bahasa milenial yang mudah dicerna melalui infografis dan narasi visual yang estetik.
Fenomena “Muhammad Al-Fatih” dan “Udah Putusin Aja”
Sebagai penulis, Felix Siauw berhasil menciptakan tren baru. Bukunya yang berjudul “Muhammad Al-Fatih 1453” membangkitkan gairah anak muda untuk mempelajari sejarah Islam. Sementara itu, buku “Udah Putusin Aja” menjadi pegangan bagi banyak remaja Muslim dalam menjaga batasan pergaulan.











Komentar