oleh

Produktivitas Legislasi DPRD Ternate Dipertanyakan: Hanya 3 dari 10 Ranperda Disahkan, Akademisi Soroti Kualitas dan Keseriusan

Minimnya Perda yang disahkan bukan sekadar angka, tapi cerminan dari lemahnya fungsi representasi dan legislasi DPRD. Di tengah berbagai persoalan masyarakat—dari kemiskinan, pengangguran, hingga konflik sosial—DPRD seharusnya hadir sebagai motor penggerak solusi melalui regulasi yang tepat sasaran. Jika hanya tiga Perda yang disahkan dalam setahun, dan itu pun bersifat administratif, maka publik berhak bertanya: untuk siapa sebenarnya DPRD bekerja?

Baca Juga  Tampil di SAMURAI, Sekda Dr.H.Rizal Marsaoly : Pentingnya Kepemimpinan Responsif

Penutup:

Kinerja legislasi DPRD Ternate kini berada di bawah sorotan publik. Evaluasi menyeluruh, transparansi proses legislasi, serta keterlibatan masyarakat dalam penyusunan Perda menjadi keharusan. Jika tidak, maka lembaga ini akan terus kehilangan legitimasi di mata rakyat yang diwakilinya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *