oleh

Pengamat Politik Menilai, Tanpa Kebijakan Revolusioner, Indonesia Tak Akan Berubah

-POLITIK-496 Dilihat

“Media pun tak luput dari tekanan. Penutupan program ILC menjadi salah satu contoh bagaimana media dipaksa tunduk pada kehendak penguasa,” tambahnya.

Tony juga mengutip pemikiran tokoh-tokoh dunia seperti Antonio Gramsci dan Gayatri Spivak untuk menggambarkan bagaimana rakyat kecil atau “subaltern” tidak memiliki ruang untuk bersuara. Ia menyebut bahwa suara rakyat kerap diabaikan oleh elit politik dan kekuasaan.

Baca Juga  Sherly Tjoanda Terpeleset Di Lubang Galian Nickel – Nama Tauhid Soleman Mencuat Sebagai Suksesor

“Subaltern can not speak. Mereka bicara, tapi tidak didengar. Mereka teriak, tapi diabaikan,” katanya.

Dalam konteks ini, Tony menekankan pentingnya peran intelektual organik dan aktivis yang tidak terkoptasi untuk menjadi penyambung lidah rakyat. Ia menyebut bahwa kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi bukanlah takdir, melainkan hasil dari rekayasa sistemik oleh elit selama puluhan tahun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *