“Media pun tak luput dari tekanan. Penutupan program ILC menjadi salah satu contoh bagaimana media dipaksa tunduk pada kehendak penguasa,” tambahnya.
Tony juga mengutip pemikiran tokoh-tokoh dunia seperti Antonio Gramsci dan Gayatri Spivak untuk menggambarkan bagaimana rakyat kecil atau “subaltern” tidak memiliki ruang untuk bersuara. Ia menyebut bahwa suara rakyat kerap diabaikan oleh elit politik dan kekuasaan.
“Subaltern can not speak. Mereka bicara, tapi tidak didengar. Mereka teriak, tapi diabaikan,” katanya.
Dalam konteks ini, Tony menekankan pentingnya peran intelektual organik dan aktivis yang tidak terkoptasi untuk menjadi penyambung lidah rakyat. Ia menyebut bahwa kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi bukanlah takdir, melainkan hasil dari rekayasa sistemik oleh elit selama puluhan tahun.







Komentar