oleh

A.Malik Ibrahim, Kritik Suara Kampus Yang Hilang di Riuh Pembahasan RAPBD Malut

-HEADLINE-504 Dilihat

TERNATE – Diamnya lembaga perguruan tinggi di Maluku Utara dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 menuai kecaman dari tokoh pemuda.

A.Malik Ibrahim menilai, kampus yang memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan pembangunan justru abai terhadap tanggung jawab moral dan konstitusionalnya untuk mengawal kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.

Baca Juga  IPM Maluku Utara Naik Tipis, Ekonom UMMU Kritik Arah Belanja Rp3,5 Triliun APBD 2025

Menurutnya kalangan akademisi semestinya hadir memberi pandangan kritis terhadap arah anggaran daerah yang dinilai tidak menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.

“Dimana moral dan tanggung jawab para cendekiawan di kampus seperti Unkhair, UMMU, dan kampus lainnya terhadap pembahasan RAPBD Malut?” ujar dia, Jumat (1/11).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *