oleh

Masa Depan Indonesia Di Tangan Prabowo, Bukan Jokowi

-OPINI-825 Dilihat

Tahun 1965-1967, Soeharto tampil menjadi pahlawan dan harapan baru bagi rakyat. 1967, Soeharto diangkat jadi presiden. Rakyat mengelu-elukannya. Apa yang terjadi kemudian? Rakyat kecewa terhadap kepemimpinan Soeharto yang dianggap represif dan sarat KKN. Tahun 1998, Soeharto dijatuhkan. Semua rakyat menghujatnya, dan menuntut Soeharto diadili.

1999 pemilu dilaksanakan untuk menandai era reformasi dan demokrasi. Rakyat eforia menatap Indonesia baru. Apa yang terjadi berikutnya? Di era reformasi, KKN ternyata lebih parah dari Era Orde Baru. Rakyat melihat pesta pora kaum elit dalam menjarah uang dan aset negara. Ramai-ramai, mereka merampok secara terstruktur, sistemik dan masif. Mereka melakukannya secara berjama’ah. Hingga datang Jokowi di tahun 2014. Seorang tokoh yang lahir dari bawah. Dianggap orang pinggiran. Kesan sebagai wong ndeso sangat kuat dan diharapkan akan mampu memperbaiki nasib wong cilik yang menjadi penduduk mayoritas di negeri ini.

Baca Juga  Milad ke-24, PKS Halsel Bagi 240 Paket Barito, Bassam Kasuba : PKS Konsisten Berdiri Bersama Rakyat

Bagaimana harapan wong cilik terhadap Jokowi? Mengecewakan ! 10 tahun kepemimpinan Jokowi penuh konflik. Hingga akhirnya masa kekuasaan Jokowi berakhir dan diserahkan kepada Prabowo yang telah disiapkannya. Prabowo, sebagai orang yang dimenangkan Jokowi, tentu Prabowo tidak mampu dan tidak mau bertanggung jawab atas dosa-dosa Jokowi ketika sebagian rakyat menuntut dan mengejarnya. Sebaliknya, Prabowo memilih fokus bekerja untuk menyelamatkan kekuasaannya. Prabowo akan menulis sejarahnya dengan menata Indonesia sebagai buah tangannya sendiri, lepas dari bayang-bayang Jokowi. Ini yang masih kurang dipahami publik.

Baca Juga  Milad ke-24, PKS Halsel Bagi 240 Paket Barito, Bassam Kasuba : PKS Konsisten Berdiri Bersama Rakyat

Tahun pertama, nama Prabowo harum sebagaimana umumnya presiden-presiden sebelumnya. Apalagi, sebagian energi publik tersedot oleh panggung Jokowi dalam perseteruan “isu ijasah palsu”.

Seiring berjalannya waktu, rakyat akan sadar bahwa Jokowi adalah masa lalu. Jokowi bukan siapa-siapa lagi. Kondisinya lemah, bahkan perlu ditemeni untuk sekedar konkow dan ngopi. Indonesia tidak lagi di tangan Jokowi. Nasib Indonesia ada di panggung Prabowo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *