oleh

Ketua IKA TOGALE dan Sejumlah Kalangan Kecam “Buzzer” Yang Hujat KH.Gani Kasuba

-Malut-427 Dilihat

“Bagi kami, sikap dan tampilan para buzzer yang disinyalir berasal dari luar Maluku Utara sangat mencederai adat se atoran Moloku Kie Raha,” tandasnya.

Reaksi serupa juga datang dari warganet. Salah satu akun Facebook dengan nama Nyong Ternate menulis pesan moral yang menyentuh, meminta agar nama almarhum KH. Gani Kasuba tidak lagi dijadikan bahan perdebatan politik.

Baca Juga  Tahlilan 1 Tahun Wafatnya KH Abdul Gani Kasuba, Sultan Tidore Sebut Almarhum Benteng Penjaga Islam Maluku Utara

“Yang sudah pergi biarlah tenang di sisi Tuhan. Pengadilan dunia saja menghapus semua masalahnya kok, kalian dengan berbagai disiplin ilmu dan agama seolah-olah tak beragama dan tak bermoral,” tulisnya pada statusnya.

Menurut Nyong Ternate, kritik yang disampaikan Nazla adalah bagian dari tugas konstitusional sebagai anggota legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif. Ia menilai, perdebatan seharusnya fokus pada substansi kritik, bukan menyeret urusan pribadi atau keluarga.

Baca Juga  Tahlilan 1 Tahun Wafatnya KH Abdul Gani Kasuba, Sultan Tidore Sebut Almarhum Benteng Penjaga Islam Maluku Utara

“Urusan anaknya (Nazla Kasuba) dengan gubernur (Sherly Tjoanda) itu urusan kelembagaan. Itu bagian dari profesionalitas sebagai legislator dalam mengawasi eksekutif,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *