TERNATE – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Maluku Utara tahun 2026 menuai kritik tajam dari publik. Salah satu pos yang menjadi sorotan adalah alokasi anggaran untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Utara yang mencapai Rp58,93 miliar.
Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan anggaran pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian.
Tokoh Pemuda Maluku Utara yang juga pengamat Kebijakan Publik A.Malik Ibrahim menilai besarnya anggaran KONI jika dibandingkan dengan anggaran sektor pertanian, RSUD Sofifi dan belanja ruang kelas baru menunjukkan pemerintah daerah tidak peka terhadap kondisi rakyat.
“Anggaran untuk KONI sangat besar jika dibandingkan dengan RSUD Sofifi yang hanya Rp6 miliar, pertanian untuk 578.000 petani hanya 19 miliar lebih. Bahkan, ada sektor seperti pembangunan ruang kelas baru yang nihil anggaran,” ujarnya, Jumat (1/11).













Komentar