oleh

Tajuk Editorial: Politik Kemanusiaan Rizal Marsaoly dan Jalan Panjang Kota Inklusif

-Editorial-1402 Dilihat

Melalui perannya di PGRI dan Pemerintah Kota, Rizal menginisiasi sinergi antara kebijakan dan aksi nyata. Penetapan sejumlah SD dan SMP sebagai sekolah inklusif adalah langkah awal menuju transformasi sistem pendidikan yang lebih manusiawi. Namun yang lebih penting, Rizal mendorong perubahan paradigma: dari melihat disabilitas sebagai keterbatasan menjadi keberagaman potensi manusia yang harus dirangkul dan diberdayakan.

Pendidikan inklusif yang digagasnya tidak berhenti pada penyediaan fasilitas atau pelatihan guru, tetapi juga membentuk kultur sosial yang empatik dan berkeadilan. Dalam kerangka itu, guru bukan sekadar pengajar, tetapi agen perubahan sosial. Setiap kelas inklusif menjadi ruang kecil revolusi—tempat di mana kesetaraan diajarkan, bukan hanya diceramahkan.

Visi Rizal Marsaoly ini penting diingat di tengah kecenderungan birokrasi daerah yang sering terjebak dalam rutinitas administratif tanpa napas kemanusiaan. Ia menunjukkan bahwa politik pendidikan bisa menjadi politik kemanusiaan, jika digerakkan oleh niat untuk menghadirkan keadilan sosial di ruang-ruang belajar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *