Oleh: Muslim Arbi : Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu.
Selama ini kontroversi soal pembangunan Kereta Cepat KCIC semakin menemukan pembenaran. Proyek itu adalah salah satu bukti ekspansi China-Xi Jinping-RRT dengan kedok investasi. Tetapi nyata – invetasi hanya kedok.
Sejak awal banyak pihak menentang proyek KCIC ini termasuk Jonan Menhub waktu itu menentang dan akhir nya terpental dari kursi nya. Padahal Jonan anak Surabaya itu sukses pimpin KIA sebelum jadi pos Menhub. Termasuk penulis yang mengkritik pedas soal Proyek Kereta Cepat ini.
Prediksi Jonan tepat. Mantan anak buah Dahlan Iskan saat menjabat Mentri BUMN era SBY ini sudah menghitung. WHOOSE ini proyek Rugi. Tiap tahun WHOOSE harus setor 2 T ke China sedang pendapat kotor nya hanya 1.5 T. Proyek ini menyandera keuangan negara dan kedaulatan negara senilai Rp 120 Triliunan.












Komentar