Kita tunggu saja. Mungkin prestasi memang tak datang dari langit, tapi kalau Ketua KONI-nya seorang Kiyai, siapa tahu doanya lebih cepat direspons.
—
Penutup: Dari Lintasan ke Mihrab
Jadi, ketika Wakil Gubernur dan Kiyai bertemu di arena olahraga, kita menyaksikan babak baru di Maluku Utara: duet antara “Doa dan Dana”.
Keduanya sah-sah saja, asal jangan sampai olahraga kehilangan jiwanya bahwa yang terpenting bukan siapa yang berdoa paling khusyuk, tapi siapa yang paling berpeluh untuk menang.
Sebab pada akhirnya, prestasi memang butuh keberkahan, tapi berkah tak turun tanpa latihan.
Dan kalau benar olahraga adalah ibadah, semoga KONI Maluku Utara di bawah komando Kiyai bisa membuktikan satu hal:
Bahwa pahala dan piala ternyata bisa dicapai bersamaan asal anggarannya lancar, dan doanya tak putus di tengah jalan.
Ternate, 16 Oktober 2025












Komentar