“Ibu Gubernur menegaskan agar setiap proyek jalan diselesaikan cepat dan tepat. Ini contoh pemimpin yang turun tangan, bukan sekadar turun bicara,” kata Risman Iriyanto, Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara.
Menurut Risman, proyek Sidangoli–Jailolo ditargetkan selesai dalam waktu dekat karena volume pekerjaan tidak terlalu besar, namun dampaknya sangat luas terhadap aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Infrastruktur Sebagai Motor Ekonomi Daerah
Program pembangunan jalan ini merupakan bagian dari kebijakan besar Pemprov Maluku Utara dalam memperkuat jaringan konektivitas antarwilayah — dari Halmahera Barat, Selatan, hingga Morotai. Fokusnya bukan hanya membangun jalan, tetapi menciptakan jalur ekonomi baru yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar utama di Ternate dan kota-kota pesisir.
“Infrastruktur yang baik bukan hanya memudahkan kendaraan lewat, tapi menghubungkan potensi dan impian masyarakat,” ungkap Sherly Laos.
Dengan semakin terbukanya akses, distribusi hasil pertanian dan perikanan kini lebih cepat dan efisien. Biaya logistik menurun, aktivitas perdagangan meningkat, dan peluang investasi baru mulai tumbuh di sektor transportasi dan pariwisata.
Suara dari Warga: Pembangunan yang Terasa, Bukan Sekadar Janji
Di Desa Sidangoli Gam, warga mulai merasakan manfaat pembangunan. Para pedagang kecil kini bisa berangkat lebih pagi ke pasar tanpa takut terjebak jalan rusak. Anak-anak sekolah pun lebih mudah dijemput kendaraan tanpa harus berjalan kaki jauh.
“Dulu kami tidak percaya jalan ini bisa diperbaiki. Sekarang, kami lihat sendiri pemerintah benar-benar kerja,” kata Aminah (37), pedagang sayur di Jailolo.
Bagi masyarakat, jalan yang baik berarti waktu tempuh lebih singkat, ongkos transportasi lebih murah, dan pendapatan lebih stabil.













Komentar