HALMAHERA BARAT — Bunyi deru alat berat di ruas Simpang Sidangoli–Jailolo kini menjadi musik pembangunan bagi masyarakat Halmahera Barat. Setelah bertahun-tahun menanti, warga akhirnya melihat perubahan nyata: jalan rusak yang dulu menakutkan kini mulai ditata ulang di bawah komando Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos.
Dengan anggaran Rp2,5 miliar, proyek rekonstruksi sepanjang 500 meter itu menjadi langkah awal dari perbaikan 31 kilometer jalan provinsi yang menghubungkan dua wilayah penting — Sidangoli dan Jailolo. Jalur ini merupakan nadi ekonomi masyarakat pesisir dan pedalaman yang selama ini terganggu akibat rusaknya infrastruktur dasar.
“Kita ingin masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan secara langsung. Tak boleh ada lagi warga yang celaka karena jalan rusak,” tegas Gubernur Sherly Laos saat meninjau langsung lokasi proyek pada 14 Oktober 2025.
Akses yang Terbuka, Ekonomi yang Bergerak
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan Sidangoli–Jailolo menjadi keluhan utama masyarakat. Jalan yang penuh lubang dan berlumpur saat hujan membuat warga sulit beraktivitas. Petani kesulitan membawa hasil kebun, pelajar terhambat menuju sekolah, dan pedagang kehilangan peluang ekonomi.
“Kalau hujan, kami harus dorong motor karena lumpurnya tebal. Banyak hasil kebun busuk sebelum sampai pasar,” tutur Haris (43), warga Desa Sidangoli Gam.
Kini, dengan mulainya proyek perbaikan, harapan baru tumbuh di kalangan warga. Jalur ini bukan hanya akan memperlancar arus lalu lintas dan distribusi barang, tapi juga membuka kembali potensi ekonomi yang selama ini tertutup.
“Pembangunan jalan dan jembatan adalah kunci pemerataan ekonomi. Ketika konektivitas membaik, otomatis pergerakan ekonomi rakyat ikut tumbuh,” ujar Sherly Laos.
Pemimpin yang Turun ke Lapangan
Kunjungan langsung Gubernur Sherly Laos ke titik pekerjaan memperlihatkan gaya kepemimpinan yang jarang ditemui. Ia tidak sekadar menerima laporan di kantor, melainkan memastikan di lapangan bahwa pekerjaan berjalan sesuai target dan kualitas.








Komentar