Minggu, 19 Oktober 2025 | Edisi “Ternate, Kota Pulau yang Sehat dan Setara”
—
HEADLINE
Ambulans Laut Pertama Ternate: Menjemput Kehidupan di Tengah Gelombang
SUBHEADLINE
Inisiatif Pemerintah Kota Ternate menandai babak baru pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Dari laut, sebuah harapan baru lahir — layanan publik yang setara bagi warga di darat maupun pulau-pulau terluar.
—
Ternate, 19 Oktober 2025 — Ombak pagi di Pelabuhan Residen Ternate menyambut kedatangan kapal putih berlogo palang merah. Namun bagi warga Pulau Hiri, Moti, dan Batang Dua, kapal itu bukan sekadar pemandangan baru — ia adalah janji keselamatan yang selama ini ditunggu.
Ambulans laut pertama milik Pemerintah Kota Ternate resmi tiba dan siap beroperasi untuk melayani warga di wilayah kepulauan. Kehadirannya menjadi tonggak baru dalam visi Pemkot Ternate membangun layanan kesehatan maritim yang terintegrasi dan inklusif.
“Ini bukan kapal biasa, tapi simbol kesetaraan. Kami ingin memastikan tak ada lagi warga kepulauan yang kehilangan nyawa hanya karena keterlambatan akses,” ujar Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, yang turut menyambut kedatangan kapal di pelabuhan.
Dilengkapi ruang darurat mini, alat resusitasi, oksigen, dan sistem komunikasi medis real-time, ambulans laut ini dirancang untuk merespons panggilan darurat lintas pulau dalam waktu kurang dari satu jam. Sistem koordinasi digital juga akan menghubungkan pulau-pulau dengan posko medis utama di Ternate melalui jaringan radio dan aplikasi pelaporan cepat.
Pemkot Ternate menargetkan pembentukan Unit Layanan Kesehatan Laut Terpadu (ULKLT) yang menjadi model nasional bagi kota-kota kepulauan. Program ini akan dikembangkan bersama Kementerian Kesehatan dan Basarnas sebagai bagian dari sistem tanggap darurat terpadu nasional.
“Bayangkan lima tahun ke depan, setiap pulau memiliki akses medis cepat, tenaga paramedis siaga, dan jalur laut menjadi rute penyelamatan,” tutur Rizal penuh keyakinan.













Komentar