oleh

HALAMAN UTAMA – EDISI KHUSUS TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK KOTA KEPULAUAN

-HEADLINE-674 Dilihat

Bagi warga, langkah ini memberi makna yang lebih dari sekadar fasilitas baru.

“Kalau dulu orang sakit parah cuma bisa tunggu pagi atau perahu nelayan, sekarang mungkin bisa selamat,” kata Syarifuddin, warga Pulau Moti, sambil menatap laut dengan senyum lega.

Ambulans laut ini menjadi awal dari babak baru Kota Ternate — dari kota pesisir menjadi kota yang merangkul laut sebagai ruang hidup dan ruang pelayanan.

Baca Juga  HEBOH ! Sebuah Postingan di FB, Bongkar Kedok Gub Sherly : Kamuflase Oligarki Hitam

SIDEBAR FEATURE

Data & Fakta: Peta Tantangan Layanan Kesehatan Kepulauan

Kota Ternate memiliki 7 pulau berpenghuni, tiga di antaranya belum memiliki fasilitas medis darurat tetap.

Waktu tempuh pasien darurat ke RSUD Ternate sebelumnya bisa mencapai 3–5 jam, tergantung cuaca.

Ambulans laut ini mampu menempuh jarak hingga 40 mil laut dengan kecepatan maksimal 25 knot.

Baca Juga  SUBA’TA — Ekonom Mukhtar Adam : Gugus Pulau yang Tertinggal di Tengah Gemerlap Ekonomi Timur Indonesia

Dirancang dengan sistem navigasi digital, komunikasi satelit, dan kapasitas 6 personel medis.

Rencana Jangka Menengah

2026: Penambahan 2 unit ambulans laut tambahan.

2027: Pembangunan floating clinic di perairan Moti.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *