Langkah Rizal Marsaoly perlu dibaca sebagai model baru birokrasi humanis, di mana pejabat tidak terpisah dari denyut kehidupan masyarakat yang dilayaninya. Ia menunjukkan bahwa kebijakan yang efektif harus dimulai dari keteladanan dan kedekatan, bukan dari tumpukan surat edaran atau instruksi di atas kertas.
Lebih jauh, aksi gotong royong itu menandai kebangkitan kembali semangat kolektif kota Ternate: pemerintah, pedagang, dan warga bersama-sama menjaga ruang publik yang menjadi sumber penghidupan mereka. Di tengah tantangan urban seperti sampah dan sanitasi, sinergi semacam ini menjadi pondasi bagi terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing.













Komentar