oleh

Dr.Muamil Soroti Usulan Digitalisasi Pendidikan: ‘Prioritaskan Infrastruktur Terlebih Dahulu, Tanggapan Pemprov ?

-Malut-360 Dilihat

TERNATE — Usulan Gubernur Sherly Tjoanda untuk melakukan digitalisasi pendidikan di jenjang SMA dan sederajat di Provinsi Maluku Utara kembali menuai sorotan kritis dari kalangan akademisi. Menurut Dr. Muammil Sunan, akademisi dari Universitas Khairun Ternate, pemprov terlalu terburu-buru mengedepankan teknologi sebagai solusi utama — padahal infrastruktur pendidikan dasar di Maluku Utara masih jauh dari ideal.

“Digitalisasi hanya merupakan sarana penunjang, bukan sarana utama dalam kebijakan pendidikan,” kata Dr. Muammil dalam wawancara Sabtu (18/10).

Baca Juga  Ketua AMPP-TOGAMMOLOKA Hadiri Buka Puasa dan Silaturahim Bersama Polda Maluku Utara

Ia menegaskan, “Pemprov seharusnya memprioritaskan pembangunan gedung sekolah yang merata di setiap kecamatan maupun penyediaan tenaga pendidik yang memadai.”

Infrastruktur Masih Sebatas Statistik

Data menunjukkan adanya kekosongan yang signifikan dalam sarana fisik dan akses teknologi:Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara (BPS Malut), tercatat jumlah desa/kelurahan yang memiliki fasilitas sekolah menurut tingkat pendidikan di provinsi ini masih terbatas.

Dari sisi akses internet, meskipun ada program satelit yang mulai dijalankan, cakupan masih sangat terbatas: misalnya, layanan internet satelit dari Telkomsat sudah menjangkau sembilan lokasi fasilitas pendidikan dan kesehatan di Maluku Utara, namun itu masih provinsi-sisi inisiatif terbatas.

Baca Juga  IMM Maluku Utara Apresiasi Kepedulian Haji Robert dalam Perjuangan Kemanusiaan Ade Tiwi

Dr. Muammil menggarisbawahi bahwa wilayah Maluku Utara memiliki karakter geografis yang menantang — tersebar di banyak pulau, kondisi transportasi dan komunikasi yang sulit — sehingga penerapan digitalisasi tanpa fondasi infrastruktur fisik dan konektivitas yang kuat akan sulit berdampak maksimal.

Tangapan Pemprov: Digitalisasi sebagai Strategi Modernisasi

Menanggapi kritik ini, sumber internal di Pemprov mengungjapkan bahwa Gubernur Sherly Tjoanda menyatakan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan bagian dari strategi lebih luas yaitu pemerataan konektivitas dan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan publik.

Baca Juga  Tahlilan 1 Tahun Wafatnya KH Abdul Gani Kasuba, Sultan Tidore Sebut Almarhum Benteng Penjaga Islam Maluku Utara

Sambung dia, Pemprov Maluku Utara bekerjasama dengan Telkomsat untuk mempercepat jangkauan internet satelit ke wilayah-terpencil (3T) sebagai pondasi implementasi pembelajaran digital. Contoh yang diangkat: sekolah-sekolah di Halmahera dan Morotai yang mulai terkoneksi internet satelit.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *