oleh

DOB Ibukota Maluku Utara Masih Jalan di Tempat: Publik Gerah, Sofifi Masih Bayang-Bayang

-HEADLINE-4109 Dilihat

TERNATE — Dua dekade lebih sejak Maluku Utara dimekarkan, status ibu kota provinsi masih menggantung di udara. Sofifi, yang ditetapkan sebagai pusat pemerintahan, belum benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya. Sementara itu, dinamika dan polemik soal Daerah Otonomi Baru (DOB) terus berputar di ruang publik tanpa arah penyelesaian yang jelas.

Baca Juga  1 TAHUN GUBERNUR MALUT ! Ketua FPPPMU Soroti Orientasi APBD Malut : Antara Kepentingan Publik dan Bisnis

Masyarakat, akademisi, dan pengamat sosial mulai bersuara keras. Mereka menilai pemerintah terjebak dalam status simbolis Sofifi, tanpa benar-benar menjadikannya pusat aktivitas pemerintahan yang konkret.

“Sofifi lebih banyak hidup di dokumen administratif ketimbang di realitas lapangan,” kritik Muslim Arbi, aktivis dan peneliti kebijakan publik.

“Selama fungsi-fungsi pelayanan publik dan sentralitas kegiatan pemerintahan masih lebih banyak di Ternate, maka penetapan Sofifi sebagai ibu kota hanyalah simbol kosong.”tukas dia.

Baca Juga  GUBERNUR LIRA MALUT WARNING KEJATI MALUT : KASUS TUNJANGAN DPRD MALUT JANGAN SAMPAI TENGGELAM

Jalan Rusak, Kantor Sepi, Pelayanan Tersebar
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa infrastruktur dasar di Sofifi masih jauh dari ideal. Jalan utama banyak yang rusak, transportasi publik minim, dan kantor-kantor pemerintahan sering kali kosong atau beroperasi tidak penuh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *