oleh

“Matur Nuwun Pak”

-HEADLINE, OPINI-1484 Dilihat

 

Kemarahan Prabowo nampaknya belum juga tuntas di arena debat. Di debat kedua capres, keluar dari mulut Prabowo kata-kata “menghasut, demi ambisi pribadi, dan lainnya. Tentu publik memahinya bahwa kara-kata itu ditujukan kepada personal Anies. Gak ada hubungannya dengan tema debat.

Berlatar belakang aktifis, ketua BEM, dosen dan juga rektor, Anies metesponnya dengan senyum. Bagi akademisi dan aktifis, debat sekeras apapun itu hal biasa. Makanan hari-hari. Selama itu masih berkaitan dengan materi debat, it is ok. Prabowo nampaknya off side. Bukan bicara tentang materi, tapi menyerang pribadi. Kata menghasut, demi ambisi pribadi, dan sejenisnya, tidak ada hubungannya dengan debat. Itu sangat personal.

Baca Juga  Akademisi: Usulan Pinjaman Rp1 Triliun Pemprov Malut 21 Kali Lipat dari Ruang Defisit, DPRD Harus Uji Ketat

Rupanya Prabowo pun belum juga puas. Di luar arena debat, capres yang diusung oleh Gerindra ini masih mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya. Muncul kata bodoh. Hewan saja berterima kasih, tapi ada manusia yang tidak bisa terima kasih, kata Prabowo dalam sambutannya di suatu acara. Meski tidak menyebut nama, tapi publik paham kemana arah cemoohanya itu.

Baca Juga  KRITIK ! “Dr. Sofyan Abas Sorot Prioritas Bayar Utang ke Kontraktor di Tengah Tunggakan DBH Rp349 Miliar

Bawaslu bilang: cemoohan ini bisa dibawa ke ranah pidana. Tapi apa respon Anies ketika ditanya soal pidato Prabowo? “Matur Nuwun Pak”. Artinya “Terima kasih Pak”. Sesederhana itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *