JAKARTA UTARA —Sejarah selalu membuktikan satu hal: manusia bisa berubah.
Banyak tokoh besar pembaharu dunia justru lahir dari rahim yang paling kelam. Dari premanisme, kriminalitas, hingga jalanan.
Mulai dari Malcolm X yang dulunya narapidana lalu menjadi orator hak asasi manusia. Sayyidina Umar bin Khattab RA yang awalnya penentang Islam paling keras, kemudian menjadi Khalifah kedua yang adil. Hingga Ki Ageng Mangir dan para jawara Betawi yang tobat lalu jadi pelindung rakyat kecil.
Di RW 005 Kelurahan Tanjung Priok, gambaran itu kembali kita lihat pada sosok H. Glenn S. Djaku.
“Jangan Menilai Manusia Dari Masa Lalunya”
Kalimat itu bukan sekadar slogan. Itu pegangan hidup Glenn.
Dahulu, nama Glenn S. Djaku memang lebih sering disebut di lingkaran “keras”. Masa mudanya lekat dengan dunia jalanan. Ada fase hidup yang ia sendiri sebut sebagai _”belajar dari kesalahan”_.
Tapi hidayah tidak pernah salah alamat. Keluarga, tanggung jawab, dan panggilan untuk bermanfaat mengubah arah hidupnya 180 derajat.
Hari ini, bersama istrinya Ibu Hajah Rossa Rosiani, Ketua RW 005, Glenn justru jadi orang yang paling depan saat warga butuh.









Komentar