Dari santunan anak yatim, bedah rumah warga kurang mampu, sampai menjadi inisiator Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M di kediamannya Jl. Kampung Bahari IV No. 60.
“Yang dulu kita kenal paling keras, sekarang paling duluan buka pintu kalau ada orang susah,” ujar salah satu warga.
Filosofi Jawara: Lindungi, Bukan Menindas
Jika dulu tenaga dan keberanian dipakai untuk “bertahan hidup”, kini dipakai untuk “menghidupi orang lain”.
Glenn percaya, preman sejati bukan yang menakut-nakuti. Tapi yang melindungi.
Jawara sejati bukan yang bikin rusuh. Tapi yang mendamaikan.
Itu sebabnya rumahnya tidak pernah bertanya _”dulu kamu siapa”_. Yang ditanya: _”hari ini butuh apa, bisa saya bantu apa”_.
Bersama Ibu Rossa, ia membangun budaya gotong royong. Pengajian rutin, yasinan, santunan, hingga acara besar Maulid dengan tema “Mencontoh Akhlak Nabi untuk Kepedulian Sosial dan Solidaritas”.
Sejarah Berulang: Dari “Mantan” Menjadi “Pelopor”
Sejarah Islam mencatat Umar bin Khattab berubah dari penentang menjadi penegak keadilan.
Sejarah Indonesia mencatat banyak jawara Betawi dan preman tobat yang jadi pengurus masjid, RT/RW, dan tokoh masyarakat.
H. Glenn S. Djaku memilih jalur yang sama: menebus masa lalu dengan amal hari ini.









Komentar