oleh

PROFIL & INSPIRASI ! H. Glenn S. Djaku: “Jangan Menilai Manusia Dari Masa Lalunya” Dari Jalanan Tanjung Priok Menuju Panggung Kemanusiaan

-Jakarta-769 Dilihat

Dari santunan anak yatim, bedah rumah warga kurang mampu, sampai menjadi inisiator Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M di kediamannya Jl. Kampung Bahari IV No. 60.

“Yang dulu kita kenal paling keras, sekarang paling duluan buka pintu kalau ada orang susah,” ujar salah satu warga.

Filosofi Jawara: Lindungi, Bukan Menindas
Jika dulu tenaga dan keberanian dipakai untuk “bertahan hidup”, kini dipakai untuk “menghidupi orang lain”.

Baca Juga  Dari Daerah Untuk Indonesia: BPP KAPMI Konsolidasi 5 Ketua BPD di Jakarta Kawal Ekonomi 8% Prabowo

Glenn percaya, preman sejati bukan yang menakut-nakuti. Tapi yang melindungi.
Jawara sejati bukan yang bikin rusuh. Tapi yang mendamaikan.

Itu sebabnya rumahnya tidak pernah bertanya _”dulu kamu siapa”_. Yang ditanya: _”hari ini butuh apa, bisa saya bantu apa”_.

Bersama Ibu Rossa, ia membangun budaya gotong royong. Pengajian rutin, yasinan, santunan, hingga acara besar Maulid dengan tema “Mencontoh Akhlak Nabi untuk Kepedulian Sosial dan Solidaritas”.

Baca Juga  Sukseskan Program Presiden, Mendagri Dorong Percepatan Pembentukan Satgas MBG di Daerah

Sejarah Berulang: Dari “Mantan” Menjadi “Pelopor”
Sejarah Islam mencatat Umar bin Khattab berubah dari penentang menjadi penegak keadilan.
Sejarah Indonesia mencatat banyak jawara Betawi dan preman tobat yang jadi pengurus masjid, RT/RW, dan tokoh masyarakat.

H. Glenn S. Djaku memilih jalur yang sama: menebus masa lalu dengan amal hari ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *