Menurutnya, pelatihan dapat dilaksanakan di BBPVP, melibatkan keluarga, maupun langsung di tengah masyarakat sesuai kebutuhan. Jenis keterampilan yang diberikan juga harus mempertimbangkan peluang kerja dan kebutuhan pasar.
“Pelatihan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan peserta, tetapi juga disesuaikan dengan peluang dan kebutuhan pasar kerja. Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi,” ujarnya.
Amran menambahkan, lulusan pelatihan dapat mencari pekerjaan secara mandiri atau memanfaatkan jaringan BBPVP dan Apindo. Pihaknya juga berencana menggelar pelatihan mekanik bekerja sama dengan Indako.
Pelatihan vokasi tersebut turut diarahkan untuk membantu warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), baik di Kota Medan maupun wilayah Sumatera Utara.
Seperti diketahui di BBVPP Medan ada beberapa kejuruan yang masing-masing kejuruan memiliki program pelatihan. Beberapa kejuruan yang tersedia di BBPVP Medan antara lain, Kejuruan Pariwisata yang memiliki 9 program pelatihan yakni, barista, restaurant attendant, comercial cookery, commis pastry, bakery, housekeeping, front office, spa and therapist dan tour guide. Untuk kejuruan bangunan ada 8 program pelatihan yakni, surveyor, Autocad, skectchup, cabinet marker, kriya kayu, archicad, revit dan finishing kayu. Sedangkan untuk kejuruan pendukung lainnya terdapat 6 program pelatihan yakni, service sepeda motor konvensional, digital marketing, pengelasan, listrik, Hinode dan operator forklift. (Tim)









Komentar