oleh

CATATAN REDAKSI ! Mengapa Rizal Marsaoly Tak Terbendung di Survei? Bukan Sulap, Ini 7 Alasan Logis yang Tak Dimiliki Rivalnya


TERNATE –  Hasil survey terbaru dari lembaga survey LENSKIP yang menempatkan nama Dr.H.Rizal Marsaoly di top survey elektabilitas sontak memicu riuh publik.Warga nitizen menanggapi dengan bacaan yang pro kontra.Begitu hasil survei LENSKIP MU dirilis – Rizal Marsaoly unggul 38% secara umum, 40% di kalangan milenial, bahkan tembus 50% di simulasi head to head – langsung muncul suara sumbang: “Ah, itu survei by order!”

Wajar. Di panggung politik praktis, skeptis itu sehat. Istilahnya “tara baku dubo tara asek”.Tapi mari kita letakkan data survei itu sejenak, dan membaca dengan jernih menggunakan logika paling sederhana: mengapa nama Rizal Marsaoly bisa begitu kuat menempel di benak warga Ternate?

Baca Juga  Jacob Ereste : Pilihan Sikap Dari Gibran Rakabuming Raka Akan Sangat Menentukan Masa Depan Indonesia

Jawabannya bukan karena survei bayaran. Jawabannya ada pada 7 modal yang menumpuk selama 1 dekade, yang tidak dimiliki oleh Nasri Abubakar, Nini Bopeng, Sahril Abdul Rajak, atau nama lainnya.

Asal tahu saja, sapaan karib H.Ical ini bukan ujuk-ujuk muncul dari ruang hampa publik.Birokrat muda profesional yang kini memangku jabatan Sekertaris Daerah Kota Ternate ini telah mengisi memori publik sejak dua dekade terakhir ini.Karyanya menyapa masyarakat kota ternate di bangunan-bangunan, taman-taman kota yang ikonik sejak 20 tahun terakhir, wajahnya senantiasa menghiasi headline media – orang buka media cetak dan online – pasti lihat wajah gemoy ini.

Baca Juga  Danantara di BEI - Antara Penyelamat dan Ancaman Kepercayaan Pasar — Oleh: N. Hasan (Papino)

Meminjam pepatah Jawa “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino. Karena sering bersama, maka orang ternate jatuh cinta.

Oke itu mari kita cerna 7 nilai plus H.Ical ini sampai ia terus bertengger di puncak survey :

1. Modal Popularitas: 20 Tahun Mengisi Memori Kolektif

Ini soal jam terbang yang tak bisa dibeli. Nama Rizal Marsaoly bukan nama karbitan.

Ia sudah menjadi buah bibir sejak era Walikota H. Syamsir Andili. Ia menggelinding seperti bola salju di era Burhan Abdurahman, dan mencapai puncaknya di era H.M. Tauhid Soleman.

Baca Juga  PAJAK KE RAKYAT DIHAPUS, TAMBANG DAN SDA JADI SOLUSI PENDAPATAN NEGARA DI ERA PRABOWO-GIBRAN

Dua dekade namanya terus ada. Sementara rival-rivalnya? Baru muncul, baru dikenal, baru mencoba mengisi memori. Rizal sudah selesai dengan fase itu. Popularitasnya sudah _top of mind_. Dalam politik, siapa yang paling diingat, dialah yang paling dipilih.

2. Modal Jabatan: Pegang Posisi Kunci yang Menyentuh Hajat Hidup Orang Banyak

Ini bedanya birokrat dan politisi musiman. Selama 29 tahun terakhir, Rizal Marsaoly memegang jabatan-jabatan yang portofolionya bersentuhan langsung dengan perut dan rumah warga Ternate.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *