BOGOR, PU – Jika selama ini Ternate dikenal sebagai Kota Rempah dan Kota Kesultanan, kini di bawah orkestrasi Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, Ternate sedang menyiapkan lompatan peradaban baru: menjadi Taman Bumi Dunia.
Sosok birokrat muda profesional itu tampil memaparkan draf Rencana Induk Aspiring Geopark Ternate dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang super strategis di Auditorium Ismunadji, Kementerian PPN/Bappenas, Bogor, Rabu (28/10/2026).
Bukan sekadar presentasi formal. Di tangan Rizal, dokumen teknokratis itu menjelma menjadi sebuah narasi besar tentang masa depan Ternate.
Rizal Marsaoly dan Narasi Besar “Harmoni Wallacea”
Di hadapan perwakilan kementerian/lembaga pusat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, tim penyusun, hingga asosiasi kebumian, Rizal menegaskan pijakan filosofis pengembangan kawasan ini.
Temanya tidak main-main: “Harmoni Gunung Api, Rempah, dan Peradaban di Gerbang Wallacea”.
“Geopark ini bukan sekadar proyek konservasi batuan. Ini tentang bagaimana Gunung Gamalama membentuk peradaban, bagaimana rempah membentuk sejarah dunia dari Ternate, dan bagaimana semua itu hidup harmoni di gerbang Wallacea,” tegas Rizal dengan lugas.
Di bawah komando Rizal sebagai Sekda, Ternate tidak ingin sekadar punya taman. Ia ingin punya cerita yang diakui dunia.











Komentar