Menurut Ramly, jika sebuah lembaga hanya menghabiskan uang negara untuk membiayai dan menggaji orang mampu, maka perlu ada evaluasi. Ia mendorong pemerintah berpikir dari sisi untung rugi secara ekonomi.
“Daripada negara membiayai lembaga tersebut, mending uang itu digunakan negara buat kesejahteraan rakyat. Seperti pada sektor hulu migas, bangun usaha perkreditan rakyat lewat Kopdes Merah Putih, dan wadah kreatif inovatif untuk usaha-usaha Gen Z di daerah,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Ramly berharap ke depan lebih banyak tokoh muda seperti Muliansyah yang berani menawarkan solusi. Ia menegaskan Indonesia butuh kerja nyata dan stimulan ke sektor kerakyatan, bukan wacana provokatif yang memecah belah. “Sekian banyak sektor kerakyatan yang perlu mendapatkan stimulan pemerintah,” tutupnya.









Komentar