JAKARTA — Jelang pelantikan Pengurus Pusat Himpunan Keluarga Maluku Utara (PP HIKMU) pada 22 Agustus 2026, internal warga Maluku Utara di Jakarta diliputi pro kontra. Pemicunya: dugaan pencatutan nama sejumlah tokoh dalam proposal dana pelantikan tanpa persetujuan.
Nama Nabil M. Salim, Ketua Umum HIKMU periode 2021-2026, tiba-tiba muncul dalam struktur kepengurusan di proposal yang beredar ke berbagai lembaga dan pejabat.
Askan Naim, Ketua Umum terpilih HIKMU periode 2026-2031 mengaku akan mengecek kembali ke panitia perihal issu pencatutan sejumlah nama di struktur dan proposal bantuan dana pelantikan ini kemudian menyampaikan klarifikasi secara utuh.
Nabil Salim: Saya Sudah Tolak, Tolong Hapus Nama Saya
Nabil mengaku kaget. Ia menegaskan sudah menolak ajakan masuk kepengurusan HIKMU 2026-2031 sejak 3 hari setelah musyawarah.
“Saya telah menolak ajakan masuk kepengurusan pengurus PP HIKMU 2026 – 2031. Bagaimana nama saya ada di proposal dana pelantikan yang tersebar di berbagai lembaga dan pejabat,” ujar Nabil yang akrab disapa “Bul-Bul” ini.
Ia meminta namanya segera dihapus dan seluruh proposal yang mencantumkan namanya ditarik.
“Hari ini saya kaget juga nama saya masuk dalam pengurus HIKMU dan dibawa-bawa dalam proposal. Itu sangat tidak beretika. Tolong segera dihapus, bila perlu semua proposal ditarik dan dihilangkan nama saya,” tegasnya.









Komentar