JAKARTA — Sentral Koalisi Anti Korupsi Maluku Utara Jakarta (SKAK-MALUT-JKT) menggelar aksi di Bank DKI, Senin pagi tadi (10/8/2026).Dalam aksinya, mereka menolak rencana Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajukan pinjaman Rp1 triliun ke Bank Jakarta.
SKAK sebagaimana dalam rilisnya menilai rencana pinjaman tersebut belum melalui pengujian yang transparan, objektif, dan komprehensif terkait kemampuan fiskal daerah, manfaat ekonomi proyek, risiko pembiayaan, serta dampak jangka panjang terhadap APBD dan kesejahteraan masyarakat.
“Rakyat Maluku Utara menyatakan sikap menolak rencana pinjaman Rp1 triliun melalui Bank Jakarta,” tegas Reza Sadik
Dinilai Bertentangan dengan Janji Politik
SKAK menyoroti pernyataan Gubernur Sherly Djuanda pasca Pilkada 2024 yang menyebut Maluku Utara tidak bisa dibangun hanya dengan APBD dan harus dibangun oleh gubernur yang rajin ke pusat membawa anggaran.













Komentar