“Disumpah, digaji, dan difasilitasi negara, tapi digunakan untuk menggembar-gemborkan ide politik yang tidak substantif. Ini mencederai amanah 1 juta rakyat Maluku Utara,” tegas Muliansyah, putra Halmahera keturunan Kesultanan Tidore dan Makian.
Menurut Muliansyah, senator seharusnya menjadi garda terdepan memperjuangkan kepentingan rakyat Maluku Utara di Senayan. Bukan malah membuka ruang wacana yang tidak memiliki dasar konstitusional dan hanya menimbulkan kegaduhan.
Ia menyesalkan dukungan politik yang diberikan masyarakat Malut kepada kedua senator tersebut. “Mengubah sistem bernegara bukan urusan 1-2 orang yang berwacana. Jangan sampai wacana federal justru menyesatkan dan membodohi rakyat Maluku Utara,” ujarnya.












Komentar