Ini langkah berani. Artinya Persiter akan bertarung dengan mekanisme bisnis, bukan lagi numpang anggaran.
3. MULAI DARI BAWAH, TARGETNYA LANGIT*
H. Ical realistis. Perjalanan Laskar Kie Raha dimulai dari Liga 4. Bulan depan seleksi pemain terbuka sudah dijadwalkan.
Tapi targetnya jelas dan bertahap: Liga 4 ke Liga 3 kemudian Liga 2 dan siapa tahu, kembali ke Liga 1.
“Perjalanan kita mulai dari Liga 4. Mudah-mudahan jika Allah memudahkan, Persiter bisa naik ke Liga 3, kemudian Liga 2, dan tidak menutup kemungkinan suatu saat bisa kembali ke Liga 1,” tutup Rizal dengan optimistis.
PENUTUP: SEMANGAT YANG MENULAR
Taman Filem membuktikan satu hal: orang Ternate cinta bola. Mereka rela begadang, berteriak, dan menangis demi 90 menit.
Tugas H. Ical dan jajaran Persiter sekarang adalah menyalurkan cinta itu ke lapangan hijau. Mengubah euforia nonton jadi kebanggaan punya tim sendiri.
Jika Taman Filem bisa mendunia karena Piala Dunia, maka tidak ada alasan Persiter tidak bisa mendunia lagi dengan namanya sendiri.
Laskar Kie Raha sedang dibangunkan. Dan yang meniup peluit pertamanya adalah Dr. H. Rizal Marsaoly.








Komentar