Direktur Malut Institut itu menilai, biaya operasional ASN dari Tidore dan Ternate ke Sofifi sudah minus. Jika TTP dipotong lagi 10%, beban ASN akan semakin berat.
Ia merinci, TTP saat ini hanya Rp1.800.620, sementara kebutuhan riil ASN untuk kerja mencapai Rp4.620.000/bulan.
“Jadi masih minus Rp2.820.000. Bagaimana mau didiskon lagi 10%? Kan tambah kurang tuh. ASN bisa jadi malas, kualitas pelayanan publik berpotensi menurun,” jelasnya.
Pemotongan TTP 10% ini merupakan jilid kedua di 2026. Sebelumnya pada Januari 2026 TTP sudah dipotong 20%. Dengan kebijakan terbaru, total pemotongan mencapai 30%.
MINTA GUBERNUR BIJAK
Abdurahim meminta Gubernur Sherly Tjoanda lebih bijak dalam mengeluarkan kebijakan agar tidak berdampak buruk bagi rakyat dan pelayanan publik.









Komentar