Praktek “jalan tol” untuk cepat kaya di Indonesia terkesan telah menjadi kesepakatan resmi sehingga muncul istilah “sudah sama-sama tahu” dan “cincai” dalam bisnis dan dunia usaha. Untuk lebih mulus dan gampang perlu “uang pelicin” agar semua bisa berjalan lancar. Bahkan di habitat politik ada istilah “tak ada acara makan siang gratis” seperti MBG yang juga tak kalah heboh dijadikan bancaan oleh pengelolanya yang kini menjadi perhatian warga masyarakat karena banyak melibatkan orang kuat dan hebat dan berpangkat.
Lalu birahi untuk korupsi di Indonesia yang dianggap negeri paling religius di dunia pun merumuskan slogan pembenaran “jangankan untuk yang haram saja sudah begitu susah, mengapa masih berharap untuk memperoleh yang halal”. Raden Mas Ronggowarsito, sejak beberapa abad silam, toh sudah mengingatkan “yang tidak edan tidak akan keduman”. Jadi jaman edan sekarang sedang berada dipuncak klimak titik tertinggi untuk terus bertengger atau akan kembali ke titik nol. Atau meledak seperti gunung berapi yang menghanguskan harta dan kekayaan serta kehidupan kita yang mungkin juga tidak bermakna apa-apa untuk dikenang, kecuali sebagai koruptor paling tamak dan rakus di bumi ini.









Komentar