oleh

“Dana Nganggur Rp1,2 Triliun, Tapi Drama Gub Sherly di Senayan”, Pengamat: Ini Bukan Soal Tidak Ada Uang, Tapi Soal Prioritas dan Etika Pemerintahan

-HEADLINE-339 Dilihat

TERNATE, 30 Juni 2026 — Di tengah sorotan publik terhadap efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Maluku Utara justru terseret dalam perdebatan nasional.Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara baru-baru ini tampil di Gedung DPR RI dan menyuarakan narasi “daerah tidak punya uang” akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat.

Namun data di daerah menunjukkan kontradiksi yang tajam.

Baca Juga  SOROTAN ! Belanja Hotel Tinggi, APBD Malut Rp809 Miliar Habis di Semester I: KPK Didesak “Korupsi Gaya Baru?”

Fakta di Rekening: Rp1,2 Triliun Mengendap
Berdasarkan catatan APBD dan data transfer, terdapat dua pos besar dana yang belum dibelanjakan Pemprov Malut:

1. SiLPA 2025: Rp881 Miliar.
Sisa Lebih Penggunaan Anggaran tahun sebelumnya yang seharusnya menjadi modal belanja awal 2026.
2.Transfer Pusat Mengendap: Rp336 Miliar.Dana yang sudah ditransfer pemerintah pusat ke rekening Pemprov tetapi belum digunakan.

Baca Juga  Gubernur Sherly Tjoanda Dinilai Bikin Hoax, MA : Dia Harus Minta Maaf Ke DPR RI dan Rakyat

Total: Rp1,2 Triliun* dana publik menganggur di rekening daerah.

Padahal, sejumlah kewajiban mendesak belum diselesaikan. Di antaranya: pelunasan utang Dana Bagi Hasil [DBH] ke kabupaten/kota* dan *pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK].

Kritik Akademisi: “Ini Model Pemerintahan Saling Menjatuhkan”

Muslim Arbi, Pengamat Politik, menilai gaya komunikasi gubernur di forum DPR RI tidak sehat untuk relasi pusat-daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *