oleh

CATATAN REDAKSI : JADI SASARAN AKSI DEMO, ADA APA DENGAN HOTEL BELLA?


Efeknya berantai:
1. Konflik Kepentingan : Setiap tamu yang menginap, setiap rapat yang digelar, setiap konsumsi yang dibayar APBD di hotel itu, secara tidak langsung menambah pundi-pundi pribadi pejabat.

”konflik kepentingan kan”ujar Muslim Arbi.

2. Bias Akses : Yang dekat dengan hotel, yang punya akses ke lobi hotel, mungkin dialah yang paling cepat dapat proyek. Boleh jadi bukan yang terbaik, tapi yang paling dekat.

”Wpisentrum nya begitu”nilainya.

3. Kaburnya Batas Publik dan Privat.APBD bisa jadi dipakai untuk “menghidupkan” hotel. Sementara hotel dipakai untuk menjalankan roda pemerintahan.

Isu ini awalnya menifes dari pemusatan kegiatan Pemprov di hotel bela kemudian belakangan ada pemberitaan “dinas -dinas di Pemprov wajib buka kamar di hotel Bella entah digunakan atau tidak wajib bayar”

Wajar jika publik curiga. “Wajar jika nalar bertanya: APBD untuk rakyat, atau untuk menghidupkan aset pribadi?”ujar Bung Jek.

1. KENAPA DEMO HARUS KE SANA?

Karena rakyat sudah capek menunggu di Sofifi.

Pendemo memilih Hotel Bela bukan tanpa alasan. Itu pesan politik.
Pertama, menyampaikan aspirasi langsung.

Daripada laporan ke staf yang ujungnya “asal ibu senang”, lebih baik teriak di depan pintu tempat Gubernur setiap hari.

”kami demo disini karena kami tahu ibu Gubernur ada di hotel Bella agar busa mendengar aspurasi kami”ini suara pendemo.

Kedua, menelanjangi simbol.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed