oleh

Indonesia Perlu Ada Yayasan atau Foundation Penyandang Dana Untuk Seniman, Budayawan dan Kaum Intelektual Serta Penulis

-Jakarta-127 Dilihat

JAKARTA —Gagasan untuk Mengembangkan pekerja profesi yang Kreatif, Inovatif dan Inventif agar mereka bisa terus berkarya, sudah saatnya Indonesia memiliki yayasan atau sejenis foundation untuk mendukung pendanaan bagi seniman, budayawan, kaum intelektual maupun dosen serta para penulis, agar dapat hidup layak dan patut agar tetap konsisten dan tangguh dalam menekuni bidang pekerjaannya untuk berperan maksimal membangun bangsa dan negara berjaya.

Gagasan menarik dari Prof. Dr. Imam Prasojo dari seminar
“Asrul Sani Dalam Dinamika Kebudayaan Indonesia” yang diselenggarakan HISKI (Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia) Pusat, Pelaku Sanggar Pelakon dan Perpusnas (Perpustakaan Nasional), pada 10 Juni 2026 di Jakarta, mencuat gagasan untuk memberi semacam jaminan kepada seniman, sastrawan, budayawan serta kaum intelektual dan penulis Indonesia Agar dapat semakin giat berkarya sesuai dengan profesi pekerjaannya untuk mengembangkan, bakat, minat serta gagasan maupun ide kreatifitasnya, baik dalam bentuk karya seni, tulisan atau hasil penelitian ilmiah yang kreatif, inovatif dan inventif termasuk intelektual kampus — termasuk dosen dari berbagai kampus — yang tidak cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam standar yang wajar.

Baca Juga  Diskusi Rutin GMRI Disambangi Sultan Saladin dan Permaisuri Kesultanan Kanoman Cirebon

Yayasan atau sejenis foundation penyedia dana, sehingga kaum intelektual Indonesia dapat terus berkarya sesuai dengan bidang pekerjaannya, diharap dapat makin bergairah dalam upaya ikut mencerdaskan kehidupan bangsa yang lebih baik, lebih kreatif dan lebih bergairah untuk terus berkarya.

Gagasan perlu adanya semacam yayasan atau foundation penyedia dana sangat diperlukan dan perlu menjadi perhatian pemerintah, ujar Prof. Dr. Imam Prasojo sebagai salah satu nara sumber seminar yang mengacu pada pengalaman pribadinya saat tinggal bersama penyair Taufik Ismail yang mengetahui banyak seniman berdatangan hanya untuk minta bantuan atau pinjam uang, karena kesulitan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama keluarganya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *