oleh

Bos Malut Institute: Maluku Utara Kaya Raya tapi Rakyat Dicekik Pajak, Pemerintah Langgar Konstitusi

-HEADLINE-1342 Dilihat

TERNATE — Direktur Eksekutif Malut Institute, AbduRahim Fabanyo, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah di tengah melimpahnya sumber daya alam Maluku Utara. Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki provinsi itu belum berdampak pada kesejahteraan rakyat.

Dalam pernyataannya, AbduRahim merinci potensi Maluku Utara: emas, nikel, pasir besi, bijih besi, gas alam, mutiara, tuna, hasil laut melimpah, hutan lebat penghasil kayu berkualitas, kelapa, pala, cengkih, dan rempah-rempah lainnya.

Baca Juga  GALAK Resmi Laporkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ke KPK

“Dengan kekayaan yang banyak itu tapi masyarakat masih dibebani dengan pajak seperti PPN, PPh, pajak kendaraan, PBB, dan beban pajak lain seperti pajak restoran yang dibebani bagi yang makan,” ujarnya, Jumat 6 Juni 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *