oleh

Konsistensi: Bukti Cinta yang Tulus di Tengah Politik Penuh Pengkhianatan

Oleh Jacob Ereste

Konsistensi sering dianggap sepele. Padahal ia adalah ujian paling jujur dari karakter seseorang. Konsistensi bukan sekadar “tetap pada pendirian”, tapi tentang disiplin merawat sikap dan sifat agar tidak goyah oleh godaan duniawi, pujian, maupun tekanan kepentingan.

Tanpa disiplin, konsistensi hanya jadi slogan. Dan disiplin yang paling tahan uji lahir dari laku spiritual yang dijalani dengan sadar, bukan karena target atau pencitraan.

Baca Juga  DIRIGEN DALAM SUNYI

Ketika hati terbiasa tafakur, ketika pikiran dilatih fokus pada tujuan yang lebih besar dari diri sendiri, maka ambisi dan ego bisa dikendalikan. Baru setelah itu seseorang layak bicara tentang mengendalikan orang lain atau memimpin bangsa.

Sholat sebagai Latihan Disiplin Harian

Ambil contoh ibadah sholat. Ia bukan hanya ritual, tapi sekolah disiplin paling dasar. Gerakan fisik yang teratur, waktu yang tidak bisa ditunda seenaknya, bacaan yang diulang untuk mengasah ingatan dan hati.

Baca Juga  Pembicaraan Deadlock, Amerika Siap-Siap Serang Iran Dengan Kekuatan Terbesarnya

Jika sholat dijalani dengan khusuk dan konsisten, ia melatih seseorang untuk tidak mencla-mencle dalam hidup. Ia menjadi benteng agar manusia tidak berubah menjadi “hewan peliharaan” yang patuh hanya karena diberi makan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *