oleh

Konsistensi: Bukti Cinta yang Tulus di Tengah Politik Penuh Pengkhianatan

Cinta inilah yang membuat seseorang tetap setia pada nilai, bukan pada orang atau jabatan. Cinta inilah yang membuat seorang aktivis tetap kritis meski sudah jadi pejabat. Cinta inilah yang membuat seorang pemimpin tetap pulang ke rakyatnya, bukan hanya ke pusat kekuasaan.

Seperti kata WS. Rendra, perjuangan sejati adalah pelaksanaan kata-kata yang tak perlu diucapkan. Konsistensi adalah wujud nyata dari itu. Ia tidak perlu diumumkan di panggung, karena ia terlihat dari tindakan sehari-hari yang ajek dan jujur.

Baca Juga  Kekalahan Israel dan Amerika Serikat Melawan Iran di Timur Tengah Akan Melahirkan Tatanan Dunia Baru

Pilih yang Jujur, Bukan yang Jenius tapi Tanpa Etika

Di tengah krisis kepemimpinan, pilihan kita harus jelas: lebih baik memilih kawan atau pasangan yang jujur, meski sederhana, daripada mereka yang jenius tapi tidak punya etika dan moral.

Kecerdasan tanpa spiritualitas hanya melahirkan kecurangan yang rapi. Kejujuran tanpa pamrih, meski tidak spektakuler, adalah fondasi bangsa yang bisa bertahan.

Baca Juga  PERNYATAAN IMPEACHMENT OLEH PROF STAIFUL MUZANI DAN FERY AMSYARI ADALAH INSKONTITUSIONAL ADALAH MAKAR

Konsistensi adalah bukti cinta yang tulus. Cinta pada nilai, cinta pada rakyat, cinta pada Tuhan. Dan di zaman yang penuh pengkhianatan ini, cinta semacam itu adalah revolusi paling senyap namun paling dibutuhkan.

Banten, 13 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *