اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِأَدَاءِ الشَّرَائِعِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللهُ السَّمِيْعُ الْبَدِيْعُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
للّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ.
Hadirin Sidang Jum’at yang dirahmati Allah Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Alhamdullillah pada bulan ini, panggilan haji telah tiba kembali, banyak sudah rombongan jamaah calon haji kita. Jamaah calon haji Indonesia yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Untuk menghormati panggilan haji tersebut, maka pada khutbah jum’at kali ini kami akan menyampaikan sekilas tentang beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari pada praktek ibadah haji tersebut.
Hadirin Sidang Jum’at yang dirahmati Allah Ibadah haji memberi palajaran kepada kita, bahwa manusia itu pada hakikatnya adalah sama derajatnya dihadapan Allah, tidak ada kelebihan orang kulit putih atas orang kulit hitam, tidak ada kelebihan orang arab atas orang ajam di hadapan Allah kecuali karena taqwanya, dan amal sholehnya. Tidak ada kelebihan seorang jendral atas seorang kopral, tidak ada kelebihan seorang gubernur atau tukang sayur dihadapan Allah kecuali karena taqwanya, dan amal sholehnya. Untuk itu mari kita saksikan apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang sedang ibadah haji tersebut.
Hadirin Sidang Jum’at rahimakumullah Jama’ah haji yang datang dari bermacam-macam bangsa dan dari berbagai negara itu mereka mengerjakan ibadah dengan cara yang sama, mereka membaca talbiyah dengan bacaan yang sama pula, yaitu :
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Artinya: “Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya pujian dan kenikmatan hanya milik-Mu, dan kerajaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”
Mereka berpakaian dengan pakaian ihrom yang sama, yaitu pakaian putih yang tidak berjahit. Pada waktu menunaikan ibadah haji tersebut tidak ada lagi bedanya seorang raja diraja dengan seorang hamba sahaya, tak ada lagi bedanya seorang pejabat tinggi negara dengan rakyat jelata. Dan tak ada lagi bedanya seorang jendral dengan seorang kopral. Pada waktu itu, semua gelar kebanggaan yang sering digunakan untuk merendahkan orang lain ditinggalkan semuanya pada waktu itu, segala pakaian, kemegahan yang sering ditampakkan yang bisa melukai hati orang miskin dilepaskan semuanya. Pada waktu itu segala pangkat kebesaran yang sering ditonjolkan untuk menakut-nakuti orang dilemparkan semuanya, semuanya sama dihadapan Allah Swr.






Komentar