oleh

Kemesraan Filsafat dan Spiritual: Dua Jalur Menuju Kebenaran yang Saling Menopang

Menjaga Kesetiaan pada Asal Usul

Filsafat setia pada kebenaran yang ada di otak. Spiritualitas setia pada kejujuran yang bertahta di hati. Kesetiaan inilah yang menjaga manusia agar tidak tergelincir ke jurang nista dan dusta—jurang pemikiran kosong dan perasaan palsu.

Manusia, sebagai makhluk yang diberi akal dan rasa, memiliki kebebasan memilih: tamasya filsafat, wisata spiritual, atau keduanya secara bergilir. Yang penting, jangan tamak dan rakus menjalaninya bersamaan tanpa kesiapan. Karena perjalanan menuju puncak itu menuntut disiplin, kesunyian, dan kesetiaan pada asal usul habitat kemanusiaan kita.

Baca Juga  MAY DAY DAN NASIB BURUH INDONESIA

Di tengah dunia yang bising dan penuh perseteruan, filsafat dan spiritualitas adalah dua sahabat yang mesra. Mereka saling mendukung agar kita tidak kehilangan arah, agar akal tetap jernih dan hati tetap hidup.

Danau Sunter, 10 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *