Oleh: M.Guntur Alting
Saya membaca artikel di Kompas itu dengan dahi berkerut.Judulnya tajam: “MBG dan Matinya Logika”.
Sebuah tulisan yang memotret realitas kita hari ini dengan angka yang telanjang.
Bayangkan, anggaran untuk memberi makan (Makan Bergizi Gratis) dialokasikan 44 kali lipat lebih besar dibandingkan anggaran untuk “berpikir” (riset dan pendidikan tinggi).
Ini bukan sekadar soal angka di tabel APBN. Ini adalah soal Visi Peradaban.
Saya ingin membedahnya dalam tiga catatan sederhana:
-000-
1. Manusia Bukan Hanya Sekadar Metabolisme
Dulu, para filsuf sering berdebat: mana yang lebih utama, roti atau kebebasan?












Komentar