Kita mendengar berita tentang keracunan makanan di sana-sini.
Mengapa? Karena logikanya terbalik. Kita membangun raksasa distribusi sebelum membangun sistem pengawasan berbasis sains yang mumpuni.
Tanpa “logika” (sains), kebijakan hanya akan menjadi proyek. Tanpa “kepala” (riset), niat baik hanya akan menjadi beban sejarah.
-000-
Epilog
Saya selalu percaya bahwa sebuah bangsa dinilai bukan dari seberapa banyak ia bisa membagikan makanan cuma-cuma, tapi dari seberapa banyak ia mampu memproduksi pengetahuan.
Jangan sampai sejarah mencatat bahwa di tahun 2026, kita memiliki generasi yang badannya paling berisi sepanjang sejarah, namun pikirannya paling tertinggal karena negaranya lupa bahwa manusia tidak hidup dari roti semata.
Kita butuh perut yang kenyang, tapi kita jauh lebih butuh kepala yang terang. Karena hanya dengan kepala yang terang, sebuah bangsa bisa berdiri tegak di hadapan dunia.
Ciputat, 15 April 2026
Pukul: 09.10














Komentar