oleh

Spiritual Sebagai Benteng Pertahanan Dari Gerusan Jaman Yang Semakin Besar dan Dakhsyat Gelombang Pasang

Artinya, diskusi tentang spiritual menjadi pilihan yang paling relevan untuk menembus berbagai kebuntuan serta kesumpekan hidup yang terkesan sedang membentur jalan buntu, tidak hanya dalam wilayah ekonomi, tapi juga dalam politik, sosial dan budaya bahkan gesekan dalam keagamaan. Oleh karena itu, jalan spiritual yang teduh dan menenteramkan hati, merupakan primadona pilihan untuk menerobos jalan yang terkesan suntuk menuju masa depan yang lebih terang dan membahagiakan. Setidaknta, pendapat sementara ini bagi Atlantika Institut Nusantara telah menhadi kata sepakat bahwa spiritualitas dapat menjadi pondasi pengukuh dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin berat dan kompleks untuk tetap mempertahankan kualitas manusia, jika pun belum dapat meningkatkan mutu dari kualitasnya untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kemuliaan manusia.

Baca Juga  Pembicaraan Deadlock, Amerika Siap-Siap Serang Iran Dengan Kekuatan Terbesarnya

Dari kajian Atlantika Institut Nusantara, minimal dapat disimpulkan untuk sementara ini bahwa ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang abai pada upaya pengembangan potensi spiritial yang ada di dalam diri setiap manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Yang pertama adalah akibat dari keterjebakan pada hasrat yang lebih bersifat duniawi — material, bukan spiritual — untuk memenuhi nafsu atau kepuasan diri yang dianggap dapat lebih memberi kesenangan dan kebahagian, kendati sesungguhnya semus itu semu dan sementara sifatnya. Sehingga nilai-nilai yang berdimensi spiritual jadi terabaikan.

Baca Juga  Prabowo-Anies Dalam "Negative Correlation"

Aktivitas yang rutin bagi manusua untuk memburu kebutuhan hidup untuk tidak sekeda cukup, telah melibas kesempatan untuk melakukan introspeksi diri guna menyadari betapa penting dan perlunya upaya pengembangan potensi diri yang terpaut dengan spiritualitas bawaan — sebagai bagian dari anugrah ilahi rabbi — tidak dikembangkan untuk memberi keseimbangan batin dan jiwa agar tidak kering kerontang, supaya beragam bentuk material tidak mendominasi nilai-nilai spiritual yang sesungguhnya sebagai pelengkap dari hakekat insaniah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna dibanding makhluk lain yang ada di bumi.

Baca Juga  Presiden Prabowo segera saja menindak: MENKO PANGAN, MENDAG dan DIRJEN DAGLU.

Karena itu, sifat dan sikap manusia yang mulia senantiasa menolak disetarakan dengan makhluk lainnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *