oleh

Nuzulul Quran: Algoritma Iqra dalam Menangkal Disrupsi Post-Truth dengan Epistimologi Wahyu.

Sebagai penutup dalam opini ini, di tengah bising informasi, jadikan kalimat “Iqra” sebagai penuntun dalam menggunakan logika, tentunya di kondisi lajunya arus globalisasi menjadi manusia yang mempertahankan suatu kebenaran memang cukup sulit, namun itulah yang menjadi suatu tantangan sebagai manusia dalam mempertahankan esensi dari Al-Quran.

Baca Juga  “Ela-Ela: Cahaya Iman dari Tanah Kesultanan”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *