oleh

IPM Maluku Utara Naik Tipis, Ekonom UMMU Kritik Arah Belanja Rp3,5 Triliun APBD 2025

-HEADLINE-127 Dilihat

Ia menilai, masuknya investasi tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal, sehingga berpotensi memperlebar ketimpangan. “Pemerintah gagal menyiapkan manusia yang kompeten. Akibatnya, peluang ekonomi justru tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat lokal,” tegasnya.

Lebih jauh, Sofyan mengungkapkan persoalan mendasar sektor pendidikan di Maluku Utara terletak pada minimnya ketersediaan tenaga pengajar. Di sejumlah wilayah kepulauan seperti Pulau Hiri, Batang Dua, Makian, Taliabu, hingga Sanana, banyak sekolah yang tidak memiliki guru mata pelajaran sesuai kebutuhan.
“Banyak kasus guru Bahasa Indonesia terpaksa mengajar mata pelajaran lain hanya untuk memenuhi kurikulum. Ini jelas berdampak pada kualitas pembelajaran,” katanya.

Baca Juga  Dai Muda Ini Nilai PT Ormat, Perusahan Zionis Yahudi Berinvestasi di Hal-Bar Harus Ditolak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *