oleh

HMI TUNTUT GUBERNUR SHERLY BATALKAN PT.ORMAT GEOTHERMAL INDONESIA.

-HEADLINE-683 Dilihat

TERNATE —Himpinan Mahasiswa Islam atau HMI cabang Ternate Senin siang tadi menggelar aksi menuntut Gubernur Maluku Utara, Polda Maluku Utara dan Pemda Hamahera Barat memenuhi 8 tuntutan mereka.

HMI menuntut Polda Malut untuk segera memberhentikan pemanggilan 14 warga Sage – Kiya, menuntut Gubernur Maluku Utara membatalkan pelelangan PT.Ormat Geothermal Indonesia , hentikan kriminalisasi aktivis lingkungan, mendesak Pemprov Malut untuk transparansi izin panas bumi dan amdal, Hentikan IUP PT.MAI di Sagea, Desak Gubernur Malut segera keluarkan rekomendasi penolakan IPB PT.Ormat Geothermal, Memdesak DLH membuka hasil kajian akademis terkait danpak ekologis di kecamatan Sahu dan mendesak BAPEDA untuk Transpransi RTRW Halmahera Barat.

Baca Juga  ULAMA JUGA TOLAK PT.ORMAT, INVESTOR “AFILIASI ISRAEL” DI PROYEK PANAS BUMI JAILOLO

Organisasi Gerakan Mahasiswa Islam terkemuka di Indonesia ini dalam aksinya memberikan perhatian khusus pada isu pengelolaan energi panas bumi atau Geothermal Talaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat.

Menurut HMI, Talaga Rano adalah jantung kehidupan Halmahera barat.Ia bukan sekedar danau vulkanik, tetapi sumber air bersih, ruang hidup masyarakat adat, penopang pertanian dan benteng terakhir keseimbangan ekologis.Namu hari ini terancam oleh kepentingan industri panas Bumi yang melibatkan korporasi PT.Ormat Geothermal Indonesia.
“Mereka menyebutnya transisi energi, kami menyebutnya ancaman terhadap ruang hidup”tegas HMI Cabang Ternate.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *