“Kenapa sampai harus ada forum ini? Karena membangun kota tidak bisa hanya pemerintah sendiri. Harus ada pelibatan pemuda secara resmi dalam proses perencanaan,” tegasnya.
Sekda menjelaskan, forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang kolaborasi nyata yang memungkinkan ide dan gagasan kreatif pemuda dirumuskan untuk masuk dalam dokumen perencanaan dan diusulkan dalam APBD Tahun 2027.
“Ini nyata bahwa ada pelibatan ruang komunitas kepemudaan secara resmi untuk menyampaikan ide gagasan mereka. Tradisinya, setiap hasil dari Ternate Youth Planner direkomendasikan dan diramu menjadi bagian dari alokasi APBD,” ujarnya.
Sekda juga menekankan pentingnya orientasi dampak dalam setiap gagasan yang dirumuskan. Menurutnya, pemerintah tidak lagi hanya berbicara pada tataran output, tetapi harus memastikan adanya impact yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita tidak lagi bicara output. Ke depan yang kita rumuskan adalah bagaimana sesuatu yang digali dan direncanakan itu berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.











Komentar