Sekda menambahkan, konsep kolaborasi pembangunan saat ini bergerak dalam kerangka hexahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, swasta, akademisi, media, dan agregator. Karena itu, kehadiran ICCN dinilai strategis dalam memperkuat ekosistem kreatif dan penguatan city branding Kota Ternate sebagai Kota Rempah.
Sekda mengungkapkan bahwa proses penetapan city branding Kota Rempah juga tidak lepas dari dukungan ICCN. Sekda juga berharap kehadiran para narasumber dari ICCN dapat memperkaya perspektif, termasuk dalam penguatan konsep living museum untuk mendukung identitas kota.
“Manfaatkan forum ini sebaik mungkin. Semua yang hadir hari ini adalah pendatang baru dengan latar belakang berbeda. Ini potensi besar untuk melahirkan gagasan segar,” pesannya kepada para peserta.
Sebagai bentuk legitimasi forum tersebut, Sekda meminta agar hasil Ternate Youth Planner pertama hingga ketiga dipaparkan kembali sebagai rekam jejak dan bahan evaluasi, sehingga forum ini memiliki kesinambungan dan dapat diukur dampaknya.
“Forum ini harus punya tracking yang jelas. Apa yang dihasilkan, apa yang sudah diluluskan, dan sejauh mana dampaknya bagi masyarakat. Itu yang harus kita jaga,” tegasnya.








Komentar