oleh

KOPERASI DESA MERAH PUTIH Fondasi Baru Ekonomi Kerakyatan dari Desa untuk Indonesia

-Artikel-191 Dilihat

Pemerintah bahkan menargetkan pembentukan sekitar 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Untuk memastikan pelaksanaannya terukur, disiapkan pusat kendali nasional atau command center yang memantau perkembangan setiap koperasi secara digital, sehingga tata kelola berjalan transparan, akuntabel, dan efisien.

Dana Desa sebagai Modal Produktif, Bukan Konsumtif

Salah satu terobosan penting dalam program ini adalah penataan ulang pemanfaatan dana desa. Pemerintah menegaskan bahwa jumlah dana desa tidak berkurang. Yang berubah adalah orientasinya — dari belanja konsumtif jangka pendek menuju investasi produktif yang berkelanjutan.

Baca Juga  Dari Katolik ke Mualaf IPB! Inilah Kisah Perjalanan Spiritual Felix Siauw, Pendakwah Tionghoa yang Kini Jadi Panutan Milenial

Dana desa kini diarahkan untuk membangun fasilitas koperasi: gudang, gerai, sarana logistik, serta infrastruktur usaha. Seluruhnya menjadi aset desa. Artinya, nilai manfaatnya tidak habis dalam satu tahun anggaran, melainkan terus berputar menghasilkan pendapatan.

Pendekatan ini menunjukkan strategi pengentasan kemiskinan yang terstruktur, sistematik, dan masif. Bukan sekadar memberi bantuan, tetapi menciptakan daya. Bukan sekadar santunan, melainkan kemandirian. Desa diberi alat untuk berdiri di atas kakinya sendiri.

Baca Juga  Dari Katolik ke Mualaf IPB! Inilah Kisah Perjalanan Spiritual Felix Siauw, Pendakwah Tionghoa yang Kini Jadi Panutan Milenial

Peran Strategis Menteri Koperasi

Di balik orkestrasi besar ini, terdapat peran sentral Ferry Juliantono sebagai penggerak utama kebijakan. Melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, ia merumuskan desain besar koperasi modern: memperkuat regulasi, membangun standar tata kelola, serta menyiapkan pelatihan sumber daya manusia hingga ke tingkat desa.

Baca Juga  Dari Katolik ke Mualaf IPB! Inilah Kisah Perjalanan Spiritual Felix Siauw, Pendakwah Tionghoa yang Kini Jadi Panutan Milenial

Baginya, koperasi bukan sekadar badan usaha administratif. Ia adalah alat perjuangan ekonomi rakyat. Karena itu, ia menegaskan dengan penuh keyakinan bahwa:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *