oleh

“BOCOR HALUS — Lawatan Dr. H.M. Tauhid ke Bumi Saruma: Bukan Kunjungan Biasa”

-POLITIK-724 Dilihat

Kecurigaan ini bukan tanpa dasar jika menengok ke bisik-bisik di warung kopi para aktivis dan kaum kuli tinta. Trus, Lawatan Tauhid ke Hal-Sel dikemas dengan sangat apik. Selain pelantikan, ia juga dijadwalkan bertemu dengan aktivis dan jurnalis lokal, sebuah langkah strategis untuk membangun jejaring dan memperluas pengaruh. Dalam waktu singkat, nama Tauhid Soleman menghiasi berbagai media online di Hal-Sel dan menyebar ke seluruh penjuru Maluku Utara. Popularitasnya melonjak, dan kesan bahwa ia sedang “mencicil” panggung politik tingkat provinsi pun tak terelakkan.

Baca Juga  Sherly Tjoanda Terpeleset Di Lubang Galian Nickel – Nama Tauhid Soleman Mencuat Sebagai Suksesor

Jika ini adalah bagian dari desain besar tim politik Tauhid, maka mereka patut diacungi jempol. Strategi ini menunjukkan kecerdasan dalam membaca peta politik dan memanfaatkan momentum. Alih-alih melantik pengurus PII di wilayahnya sendiri, Tauhid justru memilih Hal-Sel—wilayah dengan jumlah pemilih terbesar di Maluku Utara dan komposisi masyarakat yang sangat beragam secara kultural dan religius.

Baca Juga  Sherly Tjoanda Terpeleset Di Lubang Galian Nickel – Nama Tauhid Soleman Mencuat Sebagai Suksesor

Halmahera Selatan adalah miniatur Maluku Utara. Di sana, suku Makayoa, Togale, dan Buton hidup berdampingan. Dengan membangun kedekatan di Hal-Sel, Tauhid seolah sedang merajut konsolidasi kultural yang lebih luas. Ia tidak hanya menyapa satu kelompok, tapi merangkul semua. Dari Hal-Sel, ia mengayuh dayung politik yang bisa menjangkau lebih dari satu pulau, lebih dari satu etnis, dan lebih dari satu kepentingan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *